Berita Taman Waluyo Jati, Alternatif Pemancingan dan Wisata Keluarga



Posted on: 01 Oct 2018 Oleh Web Admin

BOYOLALI – Warga Dusun Kebaan, Desa Metuk, Kecamatan Mojosongo tergerak mengembangkan potensi di daerahnya untuk mendatangkan pendapatan. Sebuah lahan di area sawah dengan sumber air melimpah dari sendang Waluyo Jati dimanfaatkan untuk membuat area wisata keluarga. Inovasi dan kreativitas dilakukan anggota karang taruna setempat bersama dengan Dinas Peternakan dan perikanan (Disnakkan) Kabupaten Boyolali sejak lima bulan lalu dalam menggarap tempat yang dinamakan Taman Waluyo Jati (TWC) ini.

Untuk saat ini sudah beroperasi kolam pemancingan ikan yang sudah ramai dikunjungi. Lahan seluas 6 hingga 7 hektare (ha) ini ke depan diwacanakan akan dilengkapi beberapa fasilitas seperti waterboom, embung untuk mendukung wisata air dan pohon peneduh. Sementara lapangan yang ada bisa dimanfaatkan untuk menyelenggarkan berbagai acara seperti parade band. pertunjukan musik dangdut atau campursari. Bahkan pengunjung bisa juga untuk berkemah di tempat tersebut.

“Taman dan pemancingan sudah bulan berjalan sekitar dua bulan dan sudah ramai. Fasilitas yang sudah ada ada gazebo, sementara di tengahnya ada lapangan. Saat ini masih butuh beberapa penyempurnaan untuk mengantisipasi hujan,” terang salah satu perencana TWC, Warjono di sela acara Lomba Mancing pada Minggu (30/9).

Gazebo yang sudah ada menurut Warjono, dibangun mengelilingi lapangan yang digunakan untuk berjualan. Dijelaskan bahwa setiap Rukun Tetangga (RT) di dusun tersebut diberi jatah satu gazebo untuk dikelola. Adapun wahana kolam pemancingan dilengkapi dengan warung yang melayani masak hasil mancing.

“Mancing langsung dimasak disitu bisa. Kolam diisi ikan tombro, nila, lele dari benih bantuan Disnakkan. Saat ini sementara mendatangkan dari Waduk Kedongombo, untuk benih sedang dibesarkanuntuk siap bisa dipancing,” imbuh Warjono.

Lahan pancingan seluas 1.000 meter persegi saat ini ramai setiap malam terutama mendekati akhir pekan.

Kawasan dengan pemandangan bagus, di tengah sawah ini sangat mendukung wisata keluarga dengan mengajak anak kecil atau siswa sekolah. Saat ini menurut pengelola sudah banyak sekolah yang mengajak siswanya mengunjungi kawasan yang buka setiap hari dari pukul 07.00 WIB hingga tengah malam ini. 

Saat ini, untuk masuk ke area tersebut masih gratis. Berbagai rencana disusun pengelola dan permerintah desa setempat agar bisa mengembangkan kawasan ini menjadi lebih baik. Sehingga pihaknya membuka investor untuk terilbata dalam pengembangan dan pengelolaan TWC ini. (bas)

Berita

Pengumuman

Link SKPD