Berita 450 Relawan Ikuti Jambore Merapi Tangguh



Posted on: 20 Sep 2018 Oleh Web Admin

BOYOLALI- Berbagai kegiatan dilaksanakan Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali dalam mengantisipasi dan menanggulangi bencana erupsi Gunung Merapi. Setelah secara rutin menggelar gladi posko dan gladi lapang, kali ini BPBD menggelar kegiatan dengan tajuk Jambore Merapi Tangguh selama dua hari pada Kamis-Jumat (20-21/9) di area wisata Desa Klakah; Kecamatan Selo. Melalui kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan secara terpadu dari berbagai jajaran dan elemen jika terjadi bencana erupsi Gunung Merapi.

Sebanyak 450 relawan se-Kabupaten Boyolali mengikuti jambore penanggulangan bencana yang diisi berbagai materi dan kegiatan. Sejumlah narasumber dari instansi terkait seperti BPBD Provinsi Jateng, BMKG, BPPTKG Yogyakarta, Basarnas dan sesepuh masyarakat Desa Klakah diharapkan mampu meningkatkan jalinan hubungan antar lembaga dan antar kelompok relawan.

“Kegiatan jambore ini diharapkan dapat memperkuat dan menjalin hubungan silaturahmi antar lembaga, antar kelompok relawan di Kabupaten Boyolali,” terang Kepala BPBD Kabupaten Boyolali, Bambang Sinungharjo disela acara pembukaan.

Selain itu masih menurut Sinung, kegiatan yang digelar di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III ini juga memperkuat kelembagaan tim siaga desa (TSD). TSD merupakan ujung tombak wilayah masing-masing di wilayah desa tangguh bencana khususnya di wilayah KRB III di sekitar Gunung Merapi yakni desa Jrakah, Klakah dan Suroteleng dan wilayah Kabupaten Magelang.

Dalam kegiatan yang mengangat tema Ngudar Pitutur Pencar 1954 ini akan disampaikan kisah terjadinya erupsi Gunung Merapi pada tahun 1954. Oleh salah satu saksi sejarah akan diceritakan kisah yang terjadi saat terjadinya erupsi Gunung Merapi yang meluluhlantakkan Dukuh Pencar saat itu.

“Pada malam harinya dalam acara Tutur Pencar akan diceritakan kilas balik kejadian tahun 1954 saat terjadi bencana alam Merapi dimana satu dukuh hilang. Kemudian paginya akan diadakan susur atau gerak jalan ke sana [dukuh Pencar]. Sehingga masyarakat bisa tahu erupsi Merapi yang terjadi dan masyarakat kian tanggguh menghadapi seperti bencana alam Merapi,” tegas Sinung.

Sementara salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Boyoalli yang juga hadir, Joko Maryanto mengapresiasi kegiatan ini. Mewakil jajaran legislatif dan selaku wakil rakyat pihaknya menyatakan akan selalu memberikan dukungan terutama terkait anggaran.

“Kami mengapresiasi luar biasa kepada BPBD yang melaksanakan acara ini untuk warga Boyolali. Kami dari DPRD support dengan anggaran dan warga terbukti disini sudah terbentuk relawan siaga desa. Berapapun anggaran yang dibutuhkan jika jelas pemakaian dan pelaporannya selalu support,” terangnya singkat. (mjk/bas)

Berita

Pengumuman

Link SKPD