Berita Musim Kemarau, PMI dan BPBD Boyolali Kirim Air Bersih



Posted on: 06 Aug 2018 Oleh Web Admin

BOYOLALI – Memasuki musim kemarau, sejumlah wilayah di Kabupaten Boyolali mulai dilanda kekeringan. Dampak yang paling terlihat yakni kesulitan masyarakat untuk mendapatkan air bersih. Sejumlah organisasi dan komunitas pun telah mengirimkan bantuan air bersih ke daerah tersebut.

Palang Merah Indonesi (PMI) Kabupaten Boyolali memberikan bantuan berupa air bersih di wilayah dampak kekeringan. Dijelaskan oleh Kepala Markas PMI Kabupaten Boyolali, Dahat Wilarso, pihaknya telah berhasil membagikan 11 tangki air bersih sebesar 54.000 liter air ke sejumlah wilayah di Kabupaten Boyolali untuk digunakan 584 keluarga.

“Sampai saat ini, hingga 31 Juli, PMI Kabupaten Boyolali telah memberikan bantuan sebanyak 54.000 liter air bersih ke empat kecamatan, antara lain Kemusu, Musuk, Selo dan sebagian wilayah Boyolali Kota,” ungkapnya saat di temui di ruang kerjanya, pada Senin (6/8).

Lebih lanjut, pihaknya memberikan bantuan sesuai dengan permintaan masyarakat yang membutuhkan melalui surat masuk ke PMI Kabupaten Boyolali. disinggung mengenai dana yang digunakan, diamengatakan bahwa bantuan air bersih tersebut berasal dari penggalangan dana pada Bulan Dana Tahun 2017 yang digunakan pada Tahun 2018 ini.

“Karena musim kemarau tidak bisa memperhitungkan, mudah mudahan bisa mencukupi, tidak hanya untuk bencana kekeringan. Dengan harapan, bagaimana membantu masyarakat melalui Bulan Dana PMI,” ujar Dahat.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali telah berhasil mengirimkan 16 tangki air bersih ke kecamatan yang mengalami dampak kekeringan.

“Kami sudah ngedrop 16 tangki air bersih ke beberapa kecamatan seperti Wonosegoro, Musuk dan Selo,” ungkap Kepala BPBD Kabupaten Boyolali, Bambang Sinungharjo.

Beberapa kecamatan lain yang terdampak kekeringan yakni Juwangi, Kemusu, Wonosegoro, Musuk, Klego, Andong dan sebagai Karanggede, segera akan dikirim air bersih sesuai dengan permintaan masyarakat yang membutuhkan.

“BMKG memprediksi untuk tahun ini kelihatannya musim kering basah kemungkinan sampai September. Sehiingga, kita minta data desa yang kekeringan dari pemerintah kecamatan untuk mendata mana saja yang memeperlukan bantuan air bersih,” imbau Bambang.

Sejauh ini, BPBD Kabupaten Boyolali berhasil mengirim air bersih ke Desa Ringinlarik; Kecamatan Musuk sebayak dua tangki, pada Senin (9/7), Desa Jemowo; Kecamatan Musuk sebanyak dua tangki, pada Sabtu (14/7), Desa Garangan; Kecamatan Wonosegoro dua tangki, pada Selasa (31/7). Sedangkan Desa Senden; Kecamatan Selo mendapat tiga tangki pada Rabu (1/8) dan Desa Bengle; Kecamatan Wonosegoro tujuh tangki air bersih pada Kamis-Minggu (2-5/8). Hingga 6 Agustus ini BPBD Kabupaten Boyolali telah melakukan droping air sebanyak 16 tangki. (dst/bet)

Berita

Pengumuman

Link SKPD