Berita Catatan Perjalanan Duta Seni Boyolali 2018 ke Negara Skandinavia : (20) Meriahkan Malam Kesenian di KBRI Kopenhagen



Posted on: 03 Aug 2018 Oleh Web Admin

KOPENHAGEN – Melakukan perjalanan darat selama lebih dari tujuh jam dari Kota Oslo; Norwegia menuju Kopenhagen; Denmark pada Kamis (2/8), tak lantas membuat Duta Seni dan Misi Kebudayaan Pelajar Boyolali 2018 langsung bisa istirahat. Rombongan langsung menuju gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk negara Denmark untuk langsung mengikuti acara Malam Kesenian yang rutin digelar setiap bulan. Di kawasan Hellerup ini, acara dihadiri beberapa Duta Besar negara sahabat, masyarakat Denmark, diaspora Indonesia dan keluarga besar KBRI di Kopenhagen.

Duta Besar untuk Kerjaan Denmark, Muhammad Ibnu Said mengatakan kunjungan duta seni asal Boyolali ini menunjukkan akan keragaman budaya Indonesia. Dalam hal ini akan disajikan beberapa jenis tarian tradisional yang dapat dikenalkan kepada masyarakat Denmark.


“Pendapat para undangan tadi penampilan tarian khas tradisional Boyolali sangat unik dan klasik karena di Denmark sangat menyukai hal klasik dan tradisional,” terang Ibnu Said usai acara.

Lebih lanjut Ibnu Said mengatakan antusiasme tamu undangan atas keberadaan Boyolali dikenal sebagai Kota Susu ini. Kegiatan ini juga sekaligus bertujuan untuk mempromosikan wisata, perdagangan dan investasi Indonesia. Karena langkah-langkah seperti ini sangat nyata dampak dan hasilnya.

“Dampaknya signifikan. Pada saat saya datang tahun 2016 [sebagai Duta Besar] wisatawan Denmark yang datang ke Indonesia sejumlah 28 ribu. Sekarang 47.500 atau dua kali lipat kunjungan ke Indonesia,” imbuhnya.

Selain itu pihaknya berharap agenda Duta Seni Boyolali ini bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah dan lebih terutama Boyolali. Apresiasi juga disampaikan Dubes Ibnu atas kegigihan dan semangat para pelajar Boyolali ini yang datang layaknya duta bangsa yang sebenarnya.

“Saya bangga ada generasi muda Indonesia mencintai seni tradisional. Mereka tampil ceria sebagai duta seni dan sebagai duta bangsa yang sebenarnya,” tandas Ibnu Said.

Disebut sebagai duta bangsa menjadikan para pelajar Boyolali ini bangga meski tanpa besar kepala. Seperti disampaikan salah satu penari Latifah Krisma Indriana ini menjadikan keinginan ke luar negeri sebagai motivasi mengikuti Duta Seni.

"Motivasi mendaftar pengen ke luar negeri, mengembangkan bakat menari dan membanggakan orang tua," terang pelajar SMAN 1 Klego yang akrab dipanggil Nana ini.

Keberhasilan Nana yang sedar kecil telah memiliki bakat menari ini lolos sebagai Duta Seni 2018 mengulang keberhasilan kakak kelasnya pada tahun 2015 lalu. Meski terkadang ada ketakutan tidak bisa menjalankan misi dengan baik.

"Saya dan teman-teman yakin bisa menjalankan misi dengan sukses. Selanjutnya akan menularkan dan membagi pengalaman, memberikan ilmu dan melatih adik-adik yang suka nari," tandas anak kedua pasangan Priyanto dan Suyekti yang tinggal di Desa Blumbang; Kecamatan Klego ini.

Sebanyak empat tarian disuguhkan para pelajar Boyolali yakni Bujang Ganong, Kusuma Bangsa, Kala Kridha dan Topeng Ireng Gugur Gunung. Seperti halnya pentas sebelumnya, para pelajar Boyolali ini juga tampil atraktif dan mengajak interaksi para penonton yang hadir. Selain tim dari Boyolali juga turut memeriahkan grup tari INDA Group yang merupakan diaspora Indonesia di Denmark yang menampilkan tari Enggang dan Sajojo. Lagi-lagi bukan pelajar Boyolali jika belum membuat meriah dan heboh suasana. Berkolaborasi dengan INDA Group mengajak tamu undangan untuk menari bersama diiringi lagu Poco-poco dan Maumere.

Pentas singkat ini ternyata mengobati kerinduan beberapa warga Indonesia. Selanjutnya tim Duta Seni Boyolali akan pentas sekali lagi di Denmark yang bertepatan dengan acara Bazar di Kota Horsens yang berjarak lebih dari 250 km atau sekitar 3 jam perjalanan dari Kota Kopenhagen pada Sabtu (4/8) mendatang. (mjk)

Berita

Pengumuman

Link SKPD