Berita Warga Musuk Mulai Bersiap Hadapi Musim Kering



Posted on: 24 Jul 2018 Oleh Web Admin

BOYOLALI- Sebagian warga Kecamatan Musuk terutama di daerah rawan kekeringan mulai bersiap diri menghadapi kemarau panjang. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, puncak musim kemarau akan terjadi Bulan Agustus.

Menurut Camat Musuk Dwi Sundarto, sebanyak 15 dari 20 desa di wilayahnya dipetakan senagai daerah rawan bencana kekeringan pada setiap musim kemarau tiba dimana biasanya puncak kemarua mulai Agustus hingga September medatang. Pada bulan tersebut, lanjutnya, biasanya intensitas kebutuhan warga terhadap air bersih akan semakin meningkat.

"Agustus biasanya intensitas warga membutuhkan air bersih mulai tinggi. Mereka dapat mengajukan bantuan air bersih melalui kecamatan. Dan beberapa daerah di Kecamatan Musuk yang rawan kekurangan air bersih antara lain,  Desa Sruni, Mriyan,  Sangup, Lanjaran, Karangkendel, Keposong, Pager Jurang, Cluntang, Karanganyar, Musur, Jenowo, Grigan Lampar,  dan Sukorejo," ujarnya, Senin (23/7/2018).

Seperti yang dilakukan salah satu warga Desa Sruni, Sri Murah (35). Warga Dukuh anjarsari tersebut mengambil air untuk kebutuhannya sehari-hari dirinya dan keluarganya dari sumber air yang ada di desa tersebut.

"Kalau warga yang mampu dapat membeli air bersih dari tangki isi 5.000 liter seharga Rp120 ribu hingga Rp130 ribu, sedangkan mereka yang tidak mampu harus mengambil air ke Sungai Nggares berjarak sekitar 2 kilometer dari permukiman warga. Seperti saya untuk kebutuhan air bersih bersama lima anggota keluarga setiap hari harus mengambil air untuk memasak dan minum, rata-rata dua kali dengan jeriken isi 40 liter," tuturnya.

Dikatakan Sri, di Desa Sruni terdapat satu-satunya sumber air di dasar Kali Nggares yaitu sebuah sumber air yang tidak pernah kering. Namun, volume air pada musim kemarau seperti saat ini hanya sedikit sehingga tidak mampu mememuhi kebutuhan warga.

"Warga sekarang sudah banyak memiliki bak untuk menampung air sehingga mereka yang ada uang bisa membeli air bersih untuk stok kebutuhan sehari-hari," tambahnya. (awa) 

Berita

Pengumuman

Link SKPD