Berita 41 Desa Di Boyolali Berpotensi Rawan Kekeringan



Posted on: 21 Jul 2018 Oleh Web Admin

BOYOLALI- Sebanyak 41 Desa di Kabupaten Boyolali berpotensi rawan kekeringan memasuki musim kemarau ini. Hal itu menurut pemetaan Badan Penanggulangan Bencaba Daerah (BPBD) Boyolali berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya.

Ke 41 desa tersebut tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Boyolali, diantaranya Kecamatan Kemusu, Kecamatan Juwangi, Kecamatan Wonosegoro, Kecamatan Karanggede, Kecamatan Musuk, serta Kecamatan Andong. Diprediksi, musim kemarau tahun ini akan berlangsung antara Bulan Juli hingga Bulan September 2018.

Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Boyolali, Purwanto, jika kekeringan melanda maka pihaknya akan menyiagakan status siaga bencana kekeringan sebagai langkah antisipasi musim kemarau berkepanjangan.

"Dampak kekeringan berkepanjanfan adalah berkurangnya air bersih, itu yang paling pokok. Dan antisipasinya adalah menyiagakan status Siaga Bencana Kekeringan. Ke 41 desa yang rawan kekeringan tersebut diperoleh dari pemetaan pengalaman tahun-tahun sebelumnya," ujarnya Jumat (20/7).

Sebelumnya, Camat Kemusu, Supana mengungkapkan, dampak kekeringan akan sangat terasa jika musim kemarau terjadi berkepanjangan. Bahkan saat ini, warga Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali mulai melakukan penghematan air bersih demi persiapan menghadapi musim kemarau panjang.

"Sebagian wilayah di Kecamatan Kemusu memang rawan air bersih setiap puncak kemarau. Namun sampai saat ini kemarau belum berdampak parah. Biasanya kondisi ini mulai terjadi pada Agustus mendatang, di mana mata air dan sumur milik warga sudah kering. Warga mengandalkan bantuan air baik dari Pemkab Boyolali maupun bantuan swasta. Bagi yang mampu, bisa membeli air bersih sendiri,” paparnya.

Ditambahkan Supana, benerapa desa yang rawan kekeringan antara lain, Desa Kedungrejo. Di desa tersebut, belum ada mata air yang bisa mencukupi kebutuhan warga.

"Sudah pernah diusulkan pembuatan embung, namun terkendala penyediaan lahan. Kawasan desa relokasi kawasan genangan Waduk Kedungombo ini tidak memiliki tanah kas yang memadai,” tukasnya. (awa)

Berita

Pengumuman

Link SKPD