Berita Europe : Matur Nuwun Boyolali and Indonesia



Posted on: 13 May 2018 Oleh Web Admin

BOYOLALI – Massa dari berbagai daerah di Tanah Air mulai menyemut menuju Stadion Pandan Arang Boyolali pada Sabtu (12/5) sore. Para penggemar music rock tersebut akan menjadi saksi dalam gelaran Volcano Rock Festival 2018 yang menampilkan grup band legendaris asal Swedia, Europe. Grup yang digawangi sang Joey Tempest pada vokalis, kemudian gitaris oleh John Norum, John Leven sebagai pemain bas, danpemain keyboard Mic Michaeli serta drummer Ian Haugland ini akan menjalani tur Walk The Earth – World Tour 2017/2018 dan menjadikan Boyolali sebagai satu-satunya lokasi konser di Indonesia bahkan Asia.

Waktu menuju pukul 19.00 WIB, penonton semakin merapat ke panggung yang akan menampilkan band pembuka, band legendaris Tanah Air, God Bless. Selama hampir satu jam Ahmad Albar bersama punggawa God Bless lainnya Ian Antono, sang gitaris; keyboardist, Abadi Soesman dan sang drummer, Fajar Satritama serta bassis, Donny Fattah mengajak penonton untuk bernostalgia dengan lagu-lagu andalannya. Hampir semua lagu yang disimak penonton bait demi bait sambil dinyanyikan bersama diantaranya Menjilat Matahari, Kehidupan, Cermin, Emosi, Musisi, Rumah Kita, Syair Kehidupan, Panggung Sandiwara, Bis Kota, Trauma dan Semut Hitam.

Selesai dimanjakan God Bless, penonton semakin tak sabar memangil Europe untuk segera naik ke atas panggung. Diawali dengan menyanyikan bersama lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang memecah langit Boyolali pada pukul 20.55 WIB. Gemuruh teriakan membahana penonton dan tepuk tangan meriah menyambut kehadiran Joey Tempest dan seluruh kru ketika naik panggung dengan lagu perdana Walk the Earth. Dilanjutkan dengan lagu berjudul The Siege semakin menyambungkan memori para penggemar Europe dengan lagu-lagunya yang sudah mereka hafal di luar kepala.

Seperti halnya salah satu penonton asal Kota Solo bernama Luki Purboaji (31) yang datang karena kegemarannya dengan music rock. Pria yang datang bersama istrinya ini mengapresiasi Boyolali bisa menghadirkan band internasional. Terlebih dengan harga tiket yang terhitung sangat murah. Menurutnya konser band luar negeri itu bisa dia mencapai Rp 600 ribu.

“Pertama agak heran Boyolali bisa jadi tuan rumah, biasanya kalau di luar Jakarta kalau tidak Bali ya Yogyakarta atau Surabaya. Sungguh mengagumkan Boyolali bisa mendatangkan band sekelas Europe yang terhitung legend,” ungkap warga Kentingan, Solo ini.

Bahkan suami Sarita Puji Lestari ini berharap di Boyolali kembali bisa dihadirkan musisi atau band rock papan atas lainnya.

“Harapan kalau bisa setiap tahun acara seperti ini diadakan. Artis-artis yang lebih legend lebih spektakuler, lebih berkelas seperti Bon Jovi atau Metalica,” imbuh pria yang suka dengan music rock sejak berusia lima tahun ini.

Lagu demi lagu yang disuguhkan semakin memanaskan suasana malam Boyolali yang sangat cerah. Dalam konser dengan kekuatan sound system 150.000 watt tersebut sebanyak 20 lagu dibawakan diantaranya Rock the NightScream of Anger, Danger on the Track, Sign of the Times dan Vasastan serta Open Your Heart. Seringkali Joey Tempest mengucapkan terima kasih hingga matur nuwun usai membawakan lagunya.

“Kalian keren. Terima kasih. Boyolali; Indonesia. Matur Nuwun,” ungkap Joey Tempest dengan fasih disambut tepuk tangan membahana.

Meski sudah berumur, Europe tetap menampilkan perfoma yang luar biasa. Lagu-lagu lain yang disuguhkan yakni War of King, Heart of Stone, Ready or Not dan Carrie yang menghipnotis para penonton untuk ikut bernyanyi bersama lagu yang sudah sangat populer ini. Dilanjutkan dengan permainan sensasional Drum-Solo melalui gebukan Ian Haugland.

Empat lagu terakhir StormwindPrisonners of PraradiseCherokee dan The Final Countdown menutup rangkauian konser Europe sekitar pukul 22.30 WIB. Dikutip dari laman resmi europetheband.com , Europe akan melanjutkan turnya di Perth, Australia pada Rabu (16/5) ini dan dilanjutkan tempat-tempat lain hingga jadwal selesai pada September tahun ini. (Tim Liputan Diskominfo)

Berita

Pengumuman

Link SKPD