Berita Nguri-uri Budaya Dan Berbagi Rejeki Lewat Bancakan Weton



Posted on: 22 Mar 2018 Oleh Web Admin

BOYOLALI- Di tengah kemajuan teknologi yang semakin berkembang saat ini, kita masih bisa melihat lestarinya tradisi Bancakan Weton di Kabupaten Boyolali. Hampir pasti tradisi Bancakan Weton ini masih dapat kita temui di sudut-sudut wilayah Kabupaten Boyolali. Dan sampai saat ini, tradisi yang banyak menyimpan kebaikan tersebut diturunkan dari generasi ke generasi.

Seperti yang terlihat di wilayah RT 01 RW 01, Desa Tlawong, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali ini. Segerombolan anak-anak kecil usia TK tampak berkerumun di sebuah halaman rumah milik salah satu warga, Sam Zaini. Anak-anak tersebut ternyata menunggu giliran mendapatkan sego bancakan dari acara Bancakan Weton yang diadakan Zaini untuk cucu pertamanya, Muhamad Adam Mustofa.

Ya, tepat pada Rabu (21/03/2018) tersebut, bayi Adam berumur selapan atau 35 hari. Dan sesuai dengan tradisi orang Jawa, tepat pada hari wetonnya yakni Rabu Kliwon, Adam diberikan Bancakan Weton berupa nasi urap beserta pelengkapnya.

"Selain tradisi, Bancakan Weton ini juga sambil berbagi rejeki kapada tetangga sekitar khususnya anak-anak. Terlepas dari tujuan dalam tradisi Jawa, Bancakan Weton terbukti mempererat tali silatutahmi antar warga. Karena begitu mengetahui ada tetangga yang sedang punya gawe Bancakan Weton, secara otomatis tetangga yang mengetahui akan langsung membantunya khususnya para ibu," tutur Zaini.

Bagi Zaini, dirinya memiliki tujuan untuk nguri-uri budaya dengan menggelar Bancakan Weton tersebut. Disamping itu, dirinya juga berharap semua doa terbaik mengalir kepada cucu lelakinya tersebut dari sego bancakan yang dibagi-bagikan.

"Saat membagikan disertai pemberitahuan agar Adam selalu sehat. Dari situlah diamini tetangga yang menerimanya. Dan sebagai muslim, kita kan harus banyak-banyak berdoa," tukasnya.

Tidak banyak yang disiapkan Zaini bersama istrinya, Siti untuk mengadakan Bancakan Weton cucu mereka. Siti hanya menyiapkan berbagai macam sayuran yang direbus dan kelapa muda untuk membuat bumbu urap.

"Begitu selesai langsung didoakan dan dibagikan. Sego bancakan afdolnya dibagikan menggunakan daun pisang, tapi kadang ada juga yang memakai kertas minyak yang lebih gamopang dicari. Pembagian sego bancakan terutama kepada anak-anak kecil yang diumpamakan sebagai teman sepermainan," pungkas Siti.

Di sisi lain, Bancakan Weton sendiri dilakukan tepat pada weton seseorang. Dalam tradisi Jawa, seseorang harus dibuatkan bancakan weton minimal sekali selama seumur hidup. Namun akan lebih baik dilakukan paling tidak setahun sekali. Apabila seseorang sudah merasakan sering mengalami kesialan (sebel-sial), ketidakberuntungan, selalu mengalami kejadian buruk, biasanya dilakukan bancakan weton selama 7 kali berturut-turut, artinya sekali bancakan setiap 35 hari, selama 7 bulan berturut-turut. (awa)

Berita

Pengumuman

Link SKPD